info sains

6 Ilmuwan Muslim Paling Berpengaruh Di Dunia

6 Ilmuwan Muslim Paling Berpengaruh Di Dunia

6 Ilmuwan Muslim Paling Berpengaruh – Kemuliaan Islam dimulai antara tahun 780 dan 1258 M. Ini menampilkan banyak ilmuwan Islam yang berkontribusi pada berbagai bidang sains. Banyak ilmu pengetahuan modern telah ditemukan oleh tokoh-tokoh Muslim.

Ilmuwan Islam saat itu menghasilkan berbagai ilmu yang berdampak besar bagi dunia. Sebagian besar penemuan ini menjadi sumber dan program untuk kemajuan ilmu pengetahuan di seluruh dunia.

Pada masa kejayaan Islam, masjid dijadikan sebagai tempat belajar berbagai ilmu sesuai dengan ajaran Islam. Maka, jangan heran jika Anda berhasil melahirkan seorang ilmuwan Islam yang berprestasi pada periode tersebut.

Ibnu Sina (980-1037)

6 Ilmuwan Muslim Paling Berpengaruh Di Dunia

Ibnu Sina adalah seorang ilmuwan Muslim dunia yang telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam bidang kedokteran. Pemilik nama Abu Ali Al Hussein Bin Abdullah Bin Hasan Ali Bin Sina ini lahir Schaffer 370H atau Agustus 980. Dia telah melakukan penelitian yang sangat baik dalam sejarah kedokteran dunia.

Ibnu Sina memiliki semangat khusus untuk mempelajari berbagai bidang ilmu yang telah dipelajarinya. Ibn Sina tidak hanya mempelajari kedokteran, tetapi juga teologi dan matematika. Maka, tidak mengherankan jika di usianya yang ke-16, hal itu menarik perhatian para dokter saat itu.

Al-Khawarizmi (780-850)

Ilmuwan Islam yang berpengaruh di akhirat adalah Al-Khawarizmi. Ia dikenal sebagai salah satu ilmuwan Muslim yang memberikan kontribusi signifikan di bidang matematika, geografi, dan astronomi. Pemilik nama Muhammad Ibn Musa al-khawarizmi ini lahir pada tahun 780. Quarezmia, di Uzbekizutan.

Salah satu penemuan terbesar Al-Khawarizmi adalah penggunaan garis potong dan garis singgung dalam penelitian trigonometri dan astronomi. Tidak hanya itu, ia juga ahli di bidang lain seperti filsafat, aritmatika, musik, geometri, sejarah Islam, dan kimia. Al-Khawarizmi juga merupakan tokoh pertama yang memperkenalkan aljabar dan matematika.

Ibnu al-Nafis (1213-1288)

Ibn al Nafis adalah seorang ilmuwan Islam terkenal di dunia dalam bidang kedokteran. IKLAN. Pada abad ke-13, dia adalah orang pertama di dunia yang merumuskan dasar-dasar jantung, paru-paru, dan sirkulasi kapiler. Berkat pengabdiannya yang luar biasa, Ibn al-Naphis terpilih sebagai bapak fisiologi kardiovaskular.

Ibnu Al nafis lahir di Damaskus atau Suriah pada 1210 dan meninggal pada 17 Desember 1288 di Mesir. Selain menyumbang di bidang kedokteran, Ibnu Arnafis juga dikenal sebagai ilmuwan Islam yang serba bisa. Dia berhasil memperkenalkan klasifikasi Hadits yang lebih logis.

Jabir Ibn- Hayyan (721-815)

Jabir Ibn-Hayyan adalah ilmuwan Muslim besar yang sering disebut sebagai “bapak kimia modern”. Sebagai ahli kimia, fisika, dan farmasi, ia mengubah persepsinya terhadap berbagai fenomena alam yang dianggap tidak dapat diprediksi saat itu. Beberapa dari penemuan kimianya adalah dasar dari kemajuan kimia modern saat ini. Selain itu, Jabir Ibn-Hayyan mampu mengaplikasikan ilmunya di bidang kimia pada proses produksi logam dan besi.

Ibnu Khaldun (1332-1406)

Waliuddin Abdurrahman bin Muhammad bin Muhammad bin Abi Bakr Sejarawan dan sosiolog Islam terkenal di dunia yang dikenal sebagai Muhammad binal-Hasan atau Ibn Khaldun. Ia lahir di Tunisia pada 1 Ramadhan 732H atau 27 Mei 1332. Sejak kecil, Ibnu Khaldun dikenal sebagai penghafal Alquran. Maka tak heran jika ia bisa memunculkan karya dan ide spesial. Hingga saat ini, karyanya di bidang sosiologi Islam terus berkembang dan menjadi karya yang monumental.

Al Zahrawi (936-1013)

Alzarrawi adalah salah satu ilmuwan Islam paling terkenal di dunia. Dia adalah orang yang meletakkan dasar untuk operasi modern. Sampai saat ini, karya dan idenya telah digunakan dalam kurikulum pendidikan kedokteran Eropa. Dia adalah keturunan Arab dari Ansar yang menetap di Spanyol. Alzarrawi dikenal sebagai salah satu ilmuwan Muslim terbesar saat itu.